Thursday, October 28

Dolar AS Terpuruk, Euro Dekati Sedang Level Tertinggi 2 Tahun

Jakarta, CNBC Indonesia –  Nilai tukar euro menguat lagi melawan dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Rabu (25/11/2020) mendekati lagi level tertinggi pada lebih dari 2 tahun final. Meski demikian, euro stagnan melawan rupiah hari ini.

Melansir data Refinitiv, euro siang tadi menguat 0, 34% ke US$ 1, 1929 di pasar spot. Level tertinggi 2 tahun US$ 1, 2011 sebelumnya disentuh pada 1 September lalu. Gaya mata uang 19 negara ini sedikit terkoreksi, pada pukul 17: 09 WIB berada di tangga US$ 1, 900 menguat 0, 1%. Sementara melawan rupiah, euro stagnan di Rp 16. 813, 29/EUR.

Sentimen pelaku pasar yang sedang bagus-bagusnya melaksanakan dolar AS terpuruk. Saat hati bagus, dolar AS yang menyandang status aset aman ( safe haven ) menjadi kurang menarik.


Kabar baik datang dari AS di pekan ini. Presiden Donald Trump akhirnya membuka pintu pada pertukaran ke pemerintahan Presiden terpilih Joseph ‘Joe’ Biden. Administrasi Layanan Umum (GSA) AS akhirnya membuka sumber daya federal untuk transisi setelah pemblokiran berminggu-minggu, Senin (23/11/2020) suangi waktu setempat.

Kini pelaku pasar menatap pemerintahan baru, hal bagus lainnya, Joe Biden dikabarkan menunjuk mantan ketua The Federal Reserve (The Fed), Janet Yellen, sebagai menteri keuangan.

Pelaku rekan percaya wanita yang kini berusia 74 tahun tersebut akan fokus membenahi perekonomian, dan tidak terkebat masalah politik.

Hati positif lainnya datang setelah perusahaan farmasi asal AS, Pfizier serta Moderna dalam 2 pekan terakhir melaporkan vaksin buatannya sukses menanggulangi virus corona hingga lebih daripada 90%.

Akhir pasar lalu, Pfizer telah resmi mengajukan izin penggunaan darurat (Emergency Use Authorization/EUA) terhadap vaksin anti-virus corona (Coronavirus Disease-2019/Covid-19) yang mereka kembangkan kepada otoritas pengawas obat serta makanan AS (US FDA). Ini adalah proposal izin EUA perdana yang diajukan ke FDA.

Hasil uji coba akhir vaksin Pfizer dan BioNTech membuktikan tingkat efektivitas mencapai 95%. Tak ada efek samping yang istimewa selama pelaksanaan uji coba.
Selain perusahaan di AS, perusahaan farmasi asal Inggris, AstraZeneca, serupa mengumumkan vaksinnya sukses menanggulangi virus corona hingga 90% tanpa buah samping yang serius.

Semakin banyak vaksin yang diklaim berhasil mengatasi virus corona tentunya membuat hidup akan normal balik lebih cepat.

Selain itu, data ekonomi dari Eropa juga menunjukkan kejutan di pekan ini. Di tengah maraknya pengetatan pembatasan sosial hingga karantina ( lockdown ), daerah manufatur zona euro masih siap berekspansi.

Jerman, sebagai motor penggerak ekonomi Eropa mampu mempertahankan ekspansi manufakturnya. Markit melaporkan purchasing managers’ index (PMI) manufatur bulan ini sebesar 57, 9. Meski turun dari bulan lalu 58, 2, tetapi masih lebih jauh di atas 50 yang menjadi ambang batas jarang ekspansi dan kontraksi.

Zona euro secara keseluruhan selalu masih mencatat ekspansi, dengan angka PMI sebesar 53, 6. Berarti laju pemulihan ekonomi Benua Biru masih pada jalurnya, yang menghasilkan kurs euro perkasa melawan dolar AS.

TIM RISET CNBC  INDONESIA

[Gambas:Video CNBC]
(pap/pap)