Saturday, October 23

Sepi Guys, ‘Jualan’ Makanan Online tidak Perlu Izin BPOM Kok

Jakarta, CNBC Indonesia –  Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) merilis penjelasan perihal kewajiban memiliki Nomor Permisi Edar (NIE) BPOM untuk bertabur olahan yang dijual secara daring.

Dalam siaran pers di laman resminya. BPOM mendukung upaya masyarakat termasuk usaha mikro kecil melakukan penjualan pangan olahan secara daring/online maupun penjualan umum yang dilakukan secara langsung, secara tetap mengawal keamanan, mutu, & gizi pangan.

BPOM lantas memberikan klasifikasi pangan saduran, yakni pangan olahan terkemas di dalam kemasan eceran dan pangan saduran siap saji.

Bertabur olahan terkemas adalah makanan dan/atau minuman yang sudah diolah kemudian dimasukkan ke dalam wadah/kemasan satuan.

Sementara pangan olahan siap saji adalah makanan dan/atau minuman yang telah diolah dan siap untuk tepat disajikan di tempat usaha atau di luar tempat usaha semacam jasa boga, hotel, restoran, rumah makan, kafetaria, kantin, kaki lima, gerai makanan keliling (food truck), dan penjaja makanan keliling atau usaha sejenis. Pangan siap hidangan dimaksud dapat dibekukan terlebih dahulu sebelum disajikan.

“Sesuai Peraturan Badan POM No. 8 Tahun 2020 tentang Pengawasan Obat dan Makanan yang Diedarkan dengan Daring, maka pangan siap hidangan yang dimaksud pada poin 4 tidak wajib memiliki NIE, baik untuk penjualan secara daring/online maupun penjualan biasa yang dilakukan secara langsung, ” tulis BPOM.

“BPOM berkomitmen untuk langsung membina dan mendampingi usaha mikro kecil pangan olahan untuk menerapkan prinsip Cara Produksi Pangan Olahan yang Baik (CPPOB), terutama di dalam masa pandemi Covid-19. ”



[Gambas:Video CNBC]
(miq/miq)