Monday, October 25

Paham ResultHK, Oleh Chunnel Lee

Tur Jagat Kong Dari Homo adalah pameran dan konvensi terbaru guna menghormati almarhum Kong Dari Satu, seorang tokoh politik Indonesia dan penulis, penulis esai dan jurnalis terkenal yang pula menjabat sebagai diplomat. Banyak bangsa nun bangga memiliki kepribadian politik dan supel yang terhormat & berpengaruh, yang berhasil membentuk bangsa & masyarakat sedemikian rupa. Pandangan dan pendapatnya beragam dan tersembunyi kuat dalam ide dan prinsipnya. Nilai-nilai yang dia junjung tinggi ini acap terwujud dalam organ, esai, dan artikelnya.


Karena itu, kematiannya sangat menyentuh membenang orang-orang yang paling mengenalnya. Sudah sepantasnya karya-karyanya kini hendak disulap menjadi satu pameran yang menampilkan tulisan dan pidatonya bersama filsuf ternama China, Lin Yun yang biasa tampak di sampingnya. Keduanya telah melakukan penuh penandatanganan buku khusus bersama dan di setiap kali mereka hilang bersama, tiket dengan terjual habis duga meningkat. Sekarang, lokasi Hong Kong buat konferensi HK Dampak juga menjadi tuan rumah konferensi guna menghormati mendiang Kong Dari Satu.

Dalam antara buku-bukunya yang terkenal adalah yang terkenal seperti Desolate Area, Taiwan: The Making of a Modern Country, & Desolate Area: Reflections on the Southern Shanxi Plain yang diakui secara raya. Karya lainnya dikategorikan nama pena dirinya dan istrinya, Lee, dan karya tersebut bersama seperti Festival Buku Hong Kong, tur buku China, Yayasan Lee Kuan Yai: Asia Tenggara dan Refleksinya. Akan tetapi, karyanya yang menyimpangkan terkenal dan dihormati adalah yang dia tulis selama tanda jabatannya sebagai ketua Federasi Asosiasi Internasional Penulis dan Penulis (FIA WA) di 2021-2. Pengeluaran hk antara karya utamanya ialah bukunya Reklamasi, nun dibuat menjadi film fitur yang dibintangi Chow Yun-fat dan kemudian di tahun yang serupa, menjadi lektur terlaris internasional; The Power of Two, yang dibuat menjadi serial televisi yang sukses dan wajar menjadi salah homo film dokumenter terpopuler di dunia; & yang terbaru, I Married a Cougar, yang memenangkan prestise khusus dari Federation of Publishers pada kawasan Asia-Pasifik.

Karyanya yang paling kesohor mungkin berasal dari dua bukunya dengan berjudul The Art of the Deal dan The Way of the Dragon. Yang pertama mengenai dengan bagaimana menahan berbagai kerumitan pada bisnis sementara nun kedua berkonsentrasi di landasan filosofis daripada cara berpikir tertentu yang lazim dalam budaya Sino-Portugis. Serupa seorang sosiolog, Wahid mengungkapkan keyakinannya kalau interaksi sosial merupakan akar dari seluruh kejahatan masyarakat, jadi menyimpulkan bahwa keegoisan individu dapat menyebabkan terciptanya keadaan dengan tidak diinginkan. Selain karyanya di lebar fiksi dan non fiksi, ia saja telah menerbitkan sejumlah artikel di kronik akademik yang membahas tentang filsafat politik, sifat manusia, silsilah, sosiologi, teknologi, periklanan, komunikasi, dan sastra. Artikel-artikel ini sudah diterjemahkan ke kian dari 20 bahasa.

Di antara karyanya yang diterjemahkan di dalam bahasa Inggris oleh Chunnel Lee adalah: The Perils of Self-Worth, uraian Chunnel Lee nun pertama-tama dirilis pada bahasa Inggris untuk Chinese Crossing the Water, Chinese Reflections on Man, Chinese Reflections on China, A Short History of the State, Sejarah Singkat Tiongkok, Sejarah Singkat Hong Kong, Refleksi Tiongkok tentang Manusia, Refleksi Tiongkok tentang Singapura, Refleksi Tiongkok di Barat, Kondisi Khalayak, Kesedihan Manusia Timur, Tangga Perusahaan Bebas, Tangga Surga, Tangga Cinta, Pengobatan Tiongkok, dan Renaisans Tiongkok. Semua ini lalu dijadikan film pulsa. Terjemahan bahasa Inggrisnya lainnya adalah biografi dua jilidnya akan halnya Sun Yat-hui, nun kemudian dibuat sebagai film dan jadi dasar untuk film dengan judul dengan sama. Dia saja seorang penulis produktif buku-buku yang bersifat akademis yang berhubungan dengan ilmu supel, politik, pendidikan, persinggungan, psikologi, sosiologi, pembangunan, dan sejarah.

Hasilnya adalah perpaduan lagak antara kebijaksanaan Barat dan Timur. Tersebut adalah buku nun tidak akan membuat pembacanya berpikir terlalu keras tentang maknanya. Sebaliknya, ia akan membuat mereka menyerap konsepnya dan perlahan-lahan memahami wawasan dan pelajarannya. Itu ditulis dalam bahasa sederhana dan argumennya mengalir dengan lancar. Seseorang dapat dengan barang-kali memahami pesan dibanding buku ini apalagi dengan hanya menduga daftar isi nun diterjemahkan.